BUPATI MURSIL BUKA MUZAKARAH ZAKAT FITRAH

WhatsApp_Image_2022-04-12_at_221230.jpeg - 101.71 kB

Aceh Tamiang – Humas: Bupati Aceh Tamiang, Mursil, SH, M.Kn, membuka Muzakarah Zakat Fitrah Tahun 1443 H / 2022 M tingkat kabupaten. Kegiatan yang digagas oleh MPU ini, dihelat pada Selasa (12/4/22), di aula SKB Karang Baru.

Dalam arahannya Bupati Mursil mengatakan, permasalahan zakat fitrah terkait dengan beras atau uang sudah banyak dikaji oleh para assatidz macam Ustadz Adi Hidayat dan Ustadz Abdul Somad.

“Banyak referensi yang dapat diambil, sehingga tidak perlu adanya perdebatan panjang dalam muzakarah ini nantinya, terkait bentuk zakatnya beras ataupun uang. Sepanjang ada dasar hukumnya, silahkan berdiskusi dengan baik, supaya ada suatu kesepakatan bersama,” pesannya kepada para peserta.

Sementara Ketua MPU Kabupaten Aceh Tamiang Ustadz Syafrizal menyampaikan ucapan terima kasih atas kesediaan Bupati menghadiri muzakarah tersebut. Ia lantas mengisahkan sifat Rasullullah SAW yang senang menyenangkan hati umatnya.

“Maka kajian kita hari ini juga berupaya menyenangkan hati orang beriman melalui zakat fitrah nantinya, dan tentunya dengan cara mengetahui karakter masyarakat,” sebutnya.

Namun demikian, dirinya mengungkapkan bahwa kegiatan hari ini bukan bertujuan agar dapat menyikapi perbedaan pandangan dengan bijaksana.

“Oleh karena itu, saya berharap dalam pertemuan ini  kita bisa saling memahami dan menghadirkan manfaat, serta dapat memberikan pemahaman yang sempurna terkait masalah zakat ini,” sebutnya.

Hadir dalam muzakarah, Ketua Dewan Kehormatan Ulama, Dr. M. Nasir beserta anggota DKU, para Anggota MPU, Kepala DSI, Syamsul Rizal, pejabat Kantor Kemenag, dan para peserta yang terdiri dari para Da'i Perbatasan dan Da’i Kecamatan dalam wilayah Kabupaten Aceh Tamiang.

 

 

 

Sumber : Humas Aceh Tamiang

GUBERNUR ACEH JADI INSPEKTUR UPACARA HUT TAMIANG KE-20

HUT_20_1.jpeg - 144.66 kB

Aceh Tamiang - Humas: Puncak peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Aceh Tamiang ke-20 digelar dengan pelaksanaan upacara di Lapangan Upacara Kantor Bupati pada Senin (11/4/22) pagi tadi.

Dengan menggunakan pakaian Teluk Belanga khas Melayu, Gubernur Aceh, Ir. Nova Iriansyah, MT, bertindak sebagai Inspektur Upacara.

Dalam amanatnya, Gubernur Aceh menyampaikan apresiasinya terhadap berbagai prestasi yang telah diraih Kabupaten Aceh Tamiang, seperti dalam hal Tata Kelola Pemerintahan yang delapan kali berturut-turut mendapatkan Opini Wajar Tanpa Pengecualian.

“Tamiang juga memperoleh Penghargaan Penilaian Kepatuhan Standar Pelayanan Publik Tahun 2021 kategori Zona Hijau dari Ombudsman RI. Hal ini menjadi indikator, pelayanan publik di daerah ini semakin baik”, ujar Gubernur Aceh.

Nova Iriansyah juga menyinggung letak Kabupaten Aceh Tamiang yang berada di perbatasan Sumatera Utara, menyebabkan kemajemukan dan keberagaman budaya.

“Kondisi ini tentu menghadirkan dinamika tersendiri bagi Pemerintahan di Kabupaten Aceh Tamiang. Oleh karena itu, para pejabat di daerah ini harus bisa memimpin secara bijaksana, adil dan amanah, dengan menjadikan kemajemukan ini sebagai modal penting dalam pembangunan”, ucap Nova.

Nova juga mengakui potensi kekayaan alam Aceh Tamiang yang menjadi andalan bagi Provinsi Aceh. Tamiang merupakan salah satu basis perkebunan dan pertanian dengan berbagai komoditi bernilai ekonomi tinggi, seperti kelapa sawit, karet, kakao, jagung, serta berbagai komoditi lainnya. Sektor perikanan dan peternakan juga merupakan sektor utama wilayah ini. Di sektor tambang, Aceh Tamiang memiliki pusat produksi minyak yang telah eksis sejak puluhan tahun silam.

Oleh sebab itu, Nova berpesan kepada seluruh masyarakat untuk menjaga hubungan yang harmonis antar seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, kerjasama yang baik bukan hanya membuat Kabupaten ini semakin maju tapi juga mampu mempertahankan identitasnya sebagai ujung tombak Aceh di wilayah perbatasan.

“Untuk itu, partisipasi masyarakat mendukung pembangunan Aceh Tamiang sangatlah diharapkan”, pungkas Nova mengakhiri amanat.

Di akhir upacara, dilakukan penyerahan bantuan pembangunan rumah dhuafa, hadiah perlombaan kepada kelompok tani terbaik, perlombaan penyuluh terbaik, penyerahan bantuan beasiswa dan bantuan kepada penderita stunting.

Dalam rangkaian acara, siswa Sekolah Luar Biasa Kabupaten Aceh Tamiang mempersembahkan penampilan dengan membawakan lagu Selamat ulang tahun Kabupaten Aceh Tamiang dan juga lagu ciptaan khusus berbahasa Gayo untuk Gubernur Aceh.

Tampak juga Gubernur Aceh, Nova menyumbangkan suara emasnya menyanyikan lagu melayu dengan iringan musik dari siswa SLB Aceh Tamiang.

Turut hadir mengikuti Upacara Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tamiang, Wali Kota Langsa, seluruh unsur Forkopimda dan seluruh ASN di Lingkup Aceh Tamiang

 

 

 

 

SUmber : Humas Aceh Tamiang

BUPATI MURSIL TERIMA KUNKER MENSOS RI, SERAHKAN BANTUAN LUMBUNG SOSIAL

WhatsApp_Image_2022-01-12_at_124348.jpeg - 357.77 kB

AcehTamiang – Humas: Rabu, (12/1/22) Bupati Aceh Tamiang, Mursil, SH, M.Kn bersama Wakil Bupati, Tengku Insyafuddin menerima kunjungan kerja Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini, ke Bumi Muda Sedia di Posko Pusdalops Banjir Aceh Tamiang yang berlokasi di halaman Dinas Lingkungan Hidup.

Dalam kunjungannya, Mensos Tri Rismaharini menyerahkan bantuan logistik tanggap darurat Bencana Alam secara simbolis kepada Bupati Aceh Tamiang senilai Rp. 1 Milyar lebih. Bantuan yang berguna sebagai lumbung sosial ini sebagai bentuk antisipasi terhadap bencana di kemudian hari.

“Kami siapkan lumbung sosial untuk cadangan. Jika terjadi sesuatu, warga bisa menangani sendiri dengan koordinator pemerintah daerah. Lumbung sosial itu terdiri atas kebutuhan makanan, peralatan dapur umum, popok, selimut, kasur, tenda, perlengkapan ibadah dan lain-lain. Tapi kita tidak berharap adanya bencana lagi”, kata Mensos.

Pada kesempatan ini, Bupati Mursil meminta adanya penambahan perahu karet untuk proses evakuasi korban bencana banjir.

Menanggapi permintaan Bupati tersebut, Mensos mengatakan bahwa perahu karet harus terlebih dahulu di impor dari luar. Hal ini, terangnya, karena adanya perbedaan kualitas antara buatan lokal dengan buatan luar, sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama. Tidak hanya itu, Risma berjanji akan mengirimkan bantuan susulan, seperti multivitamin dan masker yang bisa digunakan semaksimal mungkin guna mencegah penyakit yang timbul pasca banjir di Kabupaten Aceh Tamiang.

Usai menyerahkan bantuan, Risma juga meninjau kondisi dapur umum bagi korban banjir. Saat peninjauan, ia kembali berjanji akan memberikan dan menambah bantuan perlengkapan dapur umum yang diperlukan saat terjadi bencana.

Bencana banjir yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang sejak tanggal 2 Januari 2022 mencapai ketinggian 30 - 300 cm. Intensitas curah hujan yang tinggi membuat air Sungai Tamiang meluap dan empat titik tanggul jebol. Akibatnya sekitar 28.817 jiwa terpaksa mengungsi.[]

DUKUNG PENGEMBANGAN PESANTREN DI ACEH TAMIANG, CWIP SIAP GELONTORKAN DANA

WhatsApp_Image_2022-02-02_at_213006.jpeg - 99.33 kB

Aceh Tamiang – Humas: Demikian disampaikan Ketua Tim Verifikator Perkumpulan Cahaya Warisan Ibu Pertiwi (CWIP), Agus Sudarmawan, kepada Bupati Mursil, ketika tiba di Aceh Tamiang, Rabu (02/02/22) pagi.

Diterima Bupati Mursil di ruang kerjanya, Agus yang membawa serta delapan orang tim dari CWIP yang berkantor di Jakarta ini mengatakan, perkumpulannya memiliki sembilan program unggulan, salah satunya membantu pengembangan lembaga pendidikan agama di berbagai wilayah nusantara.

Kepada Bupati Mursil, Agus menjelaskan, kunjungan mereka bermaksud memverifikasi calon penerima manfaat dari perkumpulannya.

“Di Aceh Tamiang ini, ada dua calon penerima manfaat, yakni Di Ma'had Tahfizh Quran Al Fuad dan SDIT Huda Wan Nurul Qur’an. Keduanya berada di Kecamatan Seruway,” terang Agus kepada Bupati.

Mendengar hal tersebut, Bupati Mursil yang didampingi Wabup, Tengku Insyafuddin, ST, dan Sekda Drs.Asra, turut bersyukur atas kunjungan tersebut. Mursil menyebutkan, Pemkab menyambut dengan tangan terbuka, kepada siapa saja yang ingin berinvestasi kebaikan di Bumi Muda Sedia.

Saat survei lokasi, tim CWIP didampingi oleh Sekda Asra, yang juga merangkap sebagai Ketua Yayasan Ma’had Al-Fuad. Di pondok pesantren itu, Sekda menjelaskan kondisi serta sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk mewujudkan kenyamanan para santri dalam menimba ilmu agama.

Penjelasan Sekda ditanggapi positif oleh Agus. Pihaknya, terang Agus, akan menggelontorkan dana sekitar Rp. 6 milyar untuk pengembangan Ma'had Tahfizh Quran Al Fuad. Agus mengatakan, pengembangan pembangunan ini sesuai dengan rencana induk pihak pesantren, yang diharapkan sesuai dengan rencana, serta bermanfaat bagi santri.

“Saya dan Pak Sekda Asra satu visi, yaitu ingin menciptakan kenyamanan para santri dan memiliki target bisa mengubah mindset ponpes yang selama ini dianggap penjara. Secara bertahap, mimpi Pak Sekda Asra membangun pesantren ini bisa terwujud, minimal seperti apa yang disampaikan tadi ke saya dari yang sekarang sekamar berjumlah 8 santri ke depan dengan adanya pembangunan dari program CWIP ini sekamar bisa 6 santri,” ungkap Agus.

Usai dari Pesantren Al-Fuad, Sekda Asra bersama Tim Verifikator CWIP langsung menuju lokasi kunjungan kedua dengan agenda serupa, yakni Pesantren Huda Wan Nurul Qur’an di Kampung Tangsi Lama, Kecamatan Seruway.[]

SETELAH DIPULANGKAN, PEMKAB JEMPUT TIGA NELAYAN ACEH TAMIANG YANG TENGGELAM DI PERAIRAN MALAYSIA

WhatsApp_Image_2022-01-06_at_170501.jpeg - 232.08 kB

Banda Aceh - Humas: Setelah menjalani masa karantina sekitar 10 hari di Wisma Atlet Jakarta, tiga nelayan asal Aceh Tamiang, Kamis (6/1/2022) kemarin dipulangkan ke Aceh. Ketiga nelayan tersebut mengalami musibah perahu tenggelam di perairan Selat Malaka, pada (12/12/2021) lalu dan diselamatkan awak kapal Kontainer MV Kota Singa berbendera Singapura.

Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang melalui Dinas Pangan, kelautan, dan Perikanan (DPKP) menjemput ketiga nelayan tersebut di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, untuk dibawa kembali ke kampung halaman mereka, Kampung Kenangkung, Kecamatan Seruway.

Kabid Pembinaan Nelayan dan Produksi Perikanan DPKP, Syukri, yang diutus menjemput ketiga nelayan kemarin mengatakan, meski dipulangkan ke Indonesia pada Sabtu (25/12/2021), mereka wajib menjalani masa karantina terlebih dahulu sebelum dipulangkan ke daerah asalnya.

“Protokol kesehatan pencegahan dan penanggulangan Covid-19 memerintahkan demikian. Mereka dikarantina terlebih dahulu selama 10 hari karena pelaku perjalanan luar negeri. Ya (kita), wajib penuhi. Mereka juga sudah mendapatkan vaksin dosis kedua setibanya di Jakarta,” ujar Syukri.

Mewakili Pemkab Aceh Tamiang ketika menerima penyerahan, Syukri menerangkan, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang melalui DPKP terus memantau kabar ketiganya usai mendapatkan informasi dari media massa. Pihaknya lantas membangun komunikasi dan koordinasi secara intens bersama Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh guna pemulangan ketiga nelayan tersebut.

Sementara itu, Bupati Aceh Tamiang, Mursil, SH, M.Kn, menyampaikan terima kasih dan memberikan apresiasi tinggi kepada awak kapal kontainer MV Kota Singa, KBRI Kuala Lumpur, Kementerian Luar Negeri RI, KKP, BP2MI, Pemerintah Aceh, serta Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) di Jakarta, dan unsur lainnya, karena telah berperan aktif membantu penyelamatan dan mengurus pemulangan para nelayan itu.

“Atas nama masyarakat dan Pemkab Aceh Tamiang, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi tinggi kepada semua pihak yang terlibat dalam penyelamatan hingga pemulangan para nelayan Aceh Tamiang yang mengalami musibah ketika mencari ikan beberapa waktu yang lalu,” sebutnya haru.

Sebelumnya dikabarkan oleh media massa, Prasetyo (24), Hendra Syahputra (24), dan Musliyadi (40), sempat terombang ambing selama lebih 15 jam di laut lepas perairan Malaysia, setelah perahu motor yang mereka gunakan pecah dihantam ombak, sebelum akhirnya diselamatkan oleh para awak kapal kontainer MV Kota Singa yang berbendera Singapura.

Ketiga nelayan asal Kampung Kenangkung itu, kemudian didaratkan di Port Klang, Malaysia. Segera kemudian, pada (15/12/ 2021), ketiganya didatangi Satgas Perlindungan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, yang terdiri Atase Perhubungan dan Fungsi Konsuler Perlindungan, guna melakukan pertemuan.

Mereka tiba di Jakarta, Sabtu (25/12/2021) setelah dipulangkan dari Malaysia. Pemerintah Aceh melalui Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) di Jakarta, saat itu menerima sekaligus menyambut nelayan asal Tamiang itu setiba di Bandara Soekarno Hatta.

“Mereka dipulangkan dari Jakarta dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia, melalui Bandaran Soekarno-Hatta,” kata Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA), Almuniza Kamal, Kamis (6/1/2022).[]

Just a moment...

pastebin.com

Checking if the site connection is secure

pastebin.com needs to review the security of your connection before proceeding.